Buku Iqro merupakan sebuah buku yang disusun dengan tujuan membantu mempermudah belajar membaca Al-qur'an dan diterbitkan pada awal 1990-an. Buku ini disusun oleh KH. As'ad Humam bekerjasama dengan Tim Tadarus AMM.
Buku iqro sudah banyak digunakan di asia terutama Indonesia dan Malaysia. Buku ini biasanya dipelajari oleh anak-anak TK sampai awal sekolah dasar, dan sering digunakan di sekolah khusus pembacaan Al-Qur'an, pesantren, surau, dan sekolah rumah (homeschooling) untuk pendidikan agama.
Buku ini hadir sebagai alternatif cara cepat belajar membaca al-qur'an dan dinilai lebih efektif dari metode sebelumnya yang dikenal dengan metode baghdadi atau metode tradisional yang mengandalkan hubungan individu antara guru dan murid secara langsung.
Metode yang digunakan pada buku iqro adalah metode CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang menuntun siswa lebih aktif dalam melafalkan bacaan sedangkan guru hanya menyimak dan membetulkan jika terjadi kesalahan. Metode ini terbukti lebih cepat membantu siswa mempelajari al-qur'an sehingga metode sebelumnya sudah jarang dipakai namun masih dipakai dalam proses pendalaman materi saja.
Buku iqro dibagi dalam enam jilid dengan warna yang berbeda tiap jilidnya (ada juga yang disusun menjadi satu buku) yang masing-masing jilid atau tingkatkan memperkenalkan bentuk dan bunyi huruf-huruf Arab dengan tingkat kesulitan yang semakin tinggi. Jilid tingkat atas juga mengajarkan dasar-dasar tajwid atau aturan pelafalan dalam membaca Al-Qur'an.
Pembagian Metode Tingkatan Buku Iqro
1. Iqro 1
Iqro 1 memperkenalkan huruf-huruf Arab dalam posisi terpisah dan hanya dengan vokal "a" (baris di atas, atau fathah)
2. Iqro 2
Iqro 2 memperkenalkan bentuk huruf bersambung (di awal, di tengah, atau di akhir), tetapi masih dengan fathah.
3. Iqro 3
Iqro 3 memperkenalkan vokal "i" (baris di bawah/kasrah) dan vokal "u" (baris di depan/dhammah).
4. Iqro 4
Iqro 4 memperkenalkan tanwin (penambahan bunyi -n setelah vokal), sukun (konsonan tanpa vokal), dan qalqalah (konsonan yang diikuti vokal pendek).
5. Iqro 5
Iqro 5 memperkenalkan berbagai bentuk alif lam ("al-", kata sandang takrif dalam bahasa Arab), dan salah satu aturan tajwid yaitu idgham (peleburan).
6. Iqro 6
Iqro 6, memperkenalkan aturan-aturan tajwid yang lain seperti iqlab (perubahan "n" menjadi "m") dan ikhfa' (penyamaran bunyi), dan aturan wakaf (berhenti dalam membaca Al-Qur'an).
